Perbedaan Arduino UNO dan ESP32

Arduino UNO R3, ESP32 Devkit-C , ESP32 Lolin32 Lite

Perbedaan Arduino UNO dan ESP32

Berikut ini perbedaan utama antara Arduino UNO dan ESP32:

Parameter Arduino Uno ESP32
Prosesor ATmega328 Xtensa dual core / single core
Clock prosesor 16 MHz 160 MHz / 240 MHz
Ukuran 68,6 mm x 53,4 mm tergantung board
Analog Input 6 kanal, 10 bit ADC 18 kanal, 12 bit ADC
Tegangan catu daya 6 sampai 20 volt DC, namun disarankan hanya 7 sampai 12 volt DC 5 volt (USB)
Pin untuk Digital Input/Output 14 (6 dengan fitur Pulse Width Modulation) 34 (maksimum)
Berat 25 g tergantung board
Ukuran lebih kecil. shield Arduino Mega tidak dapat dipakai di Arduino UNO lebih besar. shield Arduino UNO dapat dipakai di Arduino Mega
Kapasitas flash memory 32 kilobyte 4 MB (eksternal denganm antar muka SDIO/SPI)
SRAM 2 kilobyte 320 kilobyte
EEPROM 1 kilobyte tidak ada secara khusus, namun dapat menggunakan sebagian memory Flash
Tegangan kerja 5 volt 3 volt
Konektor USB USB type B USB mini
Konektivitas Jaringan tidak ada WiFi 802.11, bluetooth
Port serial (UART) 1 (hardware) 3 (hardware)
I2C 1 kanal 2 kanal
Output analog tidak ada DAC (Digital to Analog Converter) ada DAC 2 kanal, 8 bit
SPI (Serial Peripheral Interface) 1 kanal 4 kanal

 

Arduino UNO R3, ESP32 Devkit-C  , ESP32 Lolin32 Lite
Arduino UNO R3, ESP32 Devkit-C , ESP32 Lolin32 Lite

Arduino UNO

Arduino UNO R3 asli
Arduino UNO R3 asli

Arduino UNO adalah rangkaian mikrokontroler berbasis ATmega328P. Arduino UNO memiliki 14 pin input/output digital (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, resonator keramik 16 MHz sebagai sumber clock, koneksi USB untuk catu daya dan komunikasi serial, colokan listrik DC, header ICSP (In Circuit Serial Programming), dan tombol reset. Papan rangkaian Arduino UNO berisi semua hal yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Untuk menggunakan Arduino UNO, cukup dengan disambung ke komputer dengan kabel USB atau sambungkan dengan adaptor AC-ke-DC atau baterai untuk memulai. Anda dapat mengotak-atik UNO Anda tanpa terlalu khawatir melakukan kesalahan. Pada kondisi terburuk, chip ATmega328 dengan kemasan DIP (Dual In line Package) dapat diganti jika rusak.

ESP32

ESP 32 adalah mikrokontroler yang memiliki banyak fitur pada prosesornya, dan dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth terintegrasi untuk berbagai macam aplikasi.

ESP32 mampu berfungsi dengan andal di lingkungan industri, dengan suhu pengoperasian mulai dari –40°C hingga +125°C. ESP32 dapat secara dinamis menghilangkan ketidaksempurnaan sirkuit eksternal dan beradaptasi dengan perubahan kondisi eksternal dengan dukungan rangkaian kalibrasi di dalamnya. Rangkaian kalibrasi ini memungkinkan WiFi pada ESP32 berfungsi tanpa perlu kalibrasi ekstra.

ESP32 dirancang untuk perangkat bergerak (mobile), perangkat elektronik yang dapat dikenakan (wearable electronics), dan aplikasi IoT. Konsumsi daya ESP32 dapat dibuat sangat rendah dengan kombinasi beberapa macam perangkat lunak khusus. ESP32 juga mencakup fitur-fitur canggih, seperti ‘clock gating‘ untuk mereduksi konsumsi daya, berbagai mode daya, dan penskalaan daya secara dinamis.

ESP32 dibuat sangat terintegrasi dengan sakelar pemilih antena di dalamnya, RF balun, power amplifier untuk radio, amplifier penerima radio dengan kebisingan rendah (low noise), filter, dan modul manajemen daya. ESP32 menambahkan fungsionalitas dan keserbagunaan yang banyak aplikasi dengan hanya memerlukan ruang kecil di PCB (Printed Circuit Board)

ESP32 dapat berfungsi sebagai sistem mandiri yang lengkap atau sebagai perangkat pembantu ke mikrokontroler lain, mengurangi overhead tumpukan komunikasi pada prosesor aplikasi utama. ESP32 dapat berinteraksi dengan sistem lain untuk menyediakan fungsionalitas Wi-Fi dan Bluetooth melalui antarmuka SPI/SDIO atau I2C/UART.

Modul ESP32 tersedia dalam berbagai versi, di antaranya adalah Lolin32 Lite dan DevkitC serta clone nya.

ESP32 memiliki beberapa kelebihan dibandingkan Arduino. Di antaranya sebagai berikut:

  • Prosesor di ESP32 dari keluarga Xtensa, lebih cepat dibandingkan prosesor ATmega dengan arsitektur AVR. ESP32 clocknya adalah 240 MHz, sedangkan Arduino UNO menggunakan ATmega328 dengan kecepatan maksimum 16 MHz
  • Jumlah core pada prosesornya lebih banyak. ESP32 mempunyai 2 core, sedangkan ATmega328 hanya 1 core saja.
  • Memori Flash yang terhubung lebih banyak. ESP32 memiliki Flash Memory sebesar 1 MB sampai 16 MB. Arduino UNO memiliki memori flash sebesar 32 KB. Model Arduino lain ada yang memiliki flash lebih besar, seperti ATmega2560 yang memiliki flash sebesar 256 KB
  • Memori RAM lebih besar. ESP32 memiliki SRAM 520 KiB, sedangkan Arduino UNO memiliki SRAM hanya 2 KB. ATmega2560 memiliki SRAM sebesar 8 kilobyte
  • ESP32 memiliki kemampuan nirkabel WiFi 802.11 dan Bluetooth. Fitur ini di Arduino UNO tidak ada, harus menambah modul/shield.

Referensi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.