Manual Pengendali Temperatur DEI Taiwan

Manual perangkat kendali temperatur buatan DEI Energy Solution Technology Co., Ltd

Website: www.dei.com.tw

DEI-815E panel
DEI-815E panel

Cooling Application

Freezing Application

Super Low Temperature Application

DEI Wiring Connections

Cooling Application

Freezing Application

Freezing / Refrigeration

Name Operation Manual Wiring Diagram  
DEI-104FC DEI-104FC-5INS00624 DEI-104FC-5LAB00855  
DEI-104FE      
DEI-107FE      
DEI-109E      
DEI-617S/617D/817      
DEI-625E      
DEI-635E      
DEI-815E      
DEI-819E      
DEI-855E      
DEI-868i      
       
       

Source

1 ampere berapa ohm

Pertanyaan:

  • 1 ampere berapa ohm
  • Bagaimana mengubah ampere ke ohm

Ampere adalah satuan arus.

ohm adalah satuan untuk tahanan.

Hubungan antara arus dan tahanan adalah sebagai berikut:

V = I x R

  • V: tegangan, satuannya volt (V)
  • I: arus, satuannya ampere (A)
  • R: tahanan, satuannya ohm

Skema rangkaian sebagai berikut:

Rangkaian baterai dan resistor
Rangkaian baterai dan resistor

Untuk mengubah ampere ke ohm perlu diketahui besaran tegangan listriknya. Tegangan listrik ini dapat berupa jala-jala listrik PLN, baterai dan sebagainya.

Jika tegangan adalah jala-jala listrik PLN 220 volt, maka R = V/I = 220 volt /1 ampere = 220 ohm. Jadi jika ada arus 1 ampere mengalir pada suatu alat yang dihubungkan ke jala-jala listrik PLN 220 volt, maka tahanan/resistansi benda tersebut adalah 220 ohm.

Jika tegangan adalah baterai 9 volt DC, maka R = V / I = 9 volt / 1 ampere = 9 ohm.

Jika tegangan adalah baterai Nickel Metal Hybrid (NiMH) dengan tegangan 1,2 volt, maka R = V/I = 1,2 volt / 1 ampere  = 1,2 ohm.

Pengukur arus (ampere meter)
Pengukur arus (ampere meter)

Artikel Terkait

1 volt berapa ohm

Pertanyaan: 1 volt berapa ohm, atau bagaimana mengubah volt menjadi ohm.

Jawaban: Rumus yang menghubungkan volt menjadi ohm adalah sebagai berikut:

  • V = I x R

Dengan

  • V: tegangan (dalam satuan volt)
  • I: arus (dalam satuan ampere)
  • R: tahanan (dalam satuan ohm)

Jadi untuk mengubah volt menjadi ohm perlu diketahui berapa arus pada komponen tersebut dengan satuan ampere.

Voltmeter versi awal untuk mengukur tegangan
Voltmeter versi awal untuk mengukur tegangan

Referensi

1 volt berapa kWh

Pertanyaan

  • 1 volt berapa kWh
  • Bagaimana mengubah tegangan menjadi kWh

Jawaban ringkas

Untuk mengubah V menjadi kWh diperlukan tambahan parameter yaitu arus dalam ampere dan waktu dalam jam.

Jawaban panjang

volt adalah satuan untuk tegangan listrik.

kWh adalah satuan untuk energi listrik.

Hubungan antara volt dan kWh adalah sebagai berikut:

P = V x I

E = P x t

E = V x I x t

Dengan:

  • P: daya (watt)
  • E: energi (kWh)
  • V: tegangan (volt)
  • I: arus (ampere)
  • t: waktu (jam)

Jadi untuk mengubah V menjadi kWh diperlukan tambahan parameter arus dalam ampere dan waktu dalam jam.

Referensi

 

1 volt berapa joule

Pertanyaan:

  • 1 volt berapa joule

Uraian

  • ‘volt’ adalah satuan untuk besaran tegangan listrik
  • joule adalah satuan untuk besaran energi

Rumus yang menghubungkan tegangan dengan energi adalah sebagai berikut:

  • P = V x I
  • E = P x t
  • E = V x I x t

Dengan:

  • P: daya listrik (watt)
  • V: tegangan (volt)
  • I: arus (ampere)
  • E: energi (joule)
  • t: waktu (detik)

Jadi untuk mengubah volt menjadi joule, diperlukan tambahan variabel berikut ini:

  • I (arus) dalam ampere
  • t (waktu) dalam detik

Referensi

1 volt berapa watt

Pertanyaan:

  • 1 volt berapa watt
  • Bagaimana mengubah volt menjadi watt
  • Bagaimana mengubah tegangan menjadi daya

‘volt’ (disingkat V) adalah satuan untuk tegangan listrik.

‘watt’ (disingkat W) adalah satuan untuk daya listrik.

‘volt’ dan ‘watt’ adalah dua satuan yang berbeda, sehingga tidak dapat diubah begitu saja.

Untuk pengubah volt menjadi watt, dapat dilakukan dengan 2 macam cara:

  • Arus diketahui
  • Resistansi / tahanan diketahui

Menghitung Watt Dengan Volt dan Arus (ampere) Diketahui

Jika arus diketahui, maka daya (dalam watt) dapat diketahui dari tegangan (dalam volt) dan arus (dalam ampere) pada rangkaian tersebut.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

P  = V x I

Dengan

  • P: daya (watt)
  • V: tegangan (volt)
  • I: arus listrik (ampere)

Jadi untuk mengubah volt menjadi watt, perlu diketahui arus pada rangkaian tersebut.

Misal:

  • tegangan 1 volt, arus 2 ampere. Maka daya P = 1 x 2 = 2 watt.

Arus pada suatu rangkaian dapat diukur dengan menggunakan amperemeter.

Pengukur arus (ampere meter)
Pengukur arus (ampere meter)

Resistansi Diketahui

Jika resistansi dari komponen diketahui, maka daya pada komponen dapat dihitung dari tegangan dan resistansi komponen tersebut.

3 buah Resistor karbon
Ilustrasi resistor karbon

Jika nilai resistansi / tahanan diketahui, maka rumusnya adalah sebagai berikut:

P = V2 / R

Misal:

tegangan 1 volt, resistansi = 10 ohm. Maka P = V2 / R = (1 x 1) / 10 = 0.1 watt

Besar resistansi dapat diukur dengan ohm meter, atau pada resistor dapat dibaca pada gelang warna resistor tersebut.

Referensi

 

Perbandingan suara Logitech C170, BM-800, Rode VideoMic Pro, Audio Technica AT2020

Pengujian dilakukan dengan merekam suara pendek untuk masing-masing mikrofon

Perangkat yang dipakai

Mikrofon Rode VideoMic Pro dengan laptop
Mikrofon Rode VideoMic Pro dengan laptop

 

Mikrofon Rode VideoMic Pro
Mikrofon Rode VideoMic Pro

 

Mikrofon Taffware BM-800
Mikrofon Taffware BM-800
Mikrofon Rode VideoMic Pro dengan Behringer UM2
Mikrofon Rode VideoMic Pro dengan Behringer UM2
Webcam Logitech C170
Webcam Logitech C170
Mikrofon Audio Technica AT2020 dengan Behringer UM2
Mikrofon Audio Technica AT2020 dengan Behringer UM2

Berikut ini rekaman suara berbagai mikrofon tersebut

Youtube: Perbandingan suara Logitech C170, Taffware BM800, Rode VideoMicPro, Audio Technica AT2020

Rekaman dibuat dengan software Audacity. Video editing dengan DaVinci Resolve 16

Hasil sepintas:

  • Webcam Logitech C170: suara cukup jelas. Ada filter anti noise built in sehingga suara kurang natural.
  • BM-800 dengan Behringer UM2 : hasil cukup jelas
  • BM-800 langsung ke PC tanpa UM2: masih terdengar, namun suara lebih kecil sehingga noise lebih besar. Tidak semua PC hasilnya sama, rekaman ini adalah yang terbaik di antara beberapa komputer desktop/laptop yang saya coba.
  • Rode VideoMic Pro dengan laptop: respon frekuensi kurang baik
  • Rode VideoMic Pro dengan desktop: lebih flat, namun ada noise
  • Rode VideoMic Pro dengan Behringer UM2: jelas
  • Audio Technica AT2020 dengan Behringer UM2: jelas

Pilihan saya sebagai orang awam audio:

  • Dari sisi kualitas, saya paling suka AT2020.
  • AT2020 & Rode Videomicpro mirip-mirip
  • Yg paling murah dan hasilnya lumayan: BM-800 & Behringer UM2. Kalau mau lebih murah bisa pakai BM-800  + phantom power, kemudian dimasukkan ke MIC IN di PC/laptop. Cuma kualitasnya akan tergantung kualitas sound card di PC/Laptop.
  • Kalau ruangan sepi, AT2020 cukup baik
  • Kalau ruangan kurang kedap suara, Rode Videomicpro ada keuntungan karena directional (shotgun microphone). cuma ini solusi paling mahal dari semua yang saya bandingkan.

Behringer UM2 Audiophile 2×2 USB Audio Interface

Foto-foto Behringer UM2

Tampak atas Behringer UM2
Tampak atas Behringer UM2

Di bagian atas terdapat 3 buah potensiometer. Potensiometer paling kiri untuk mengatur penguatan input mikrofon. Potensiometer tengah untuk mengatur penguatan input instrumen. Potensiometer kanan untuk output ke headphone.

Tampak depan Behringer UM2
Tampak depan Behringer UM2

Pada bagian kiri adalah input mikrofon / line in. Di sebelahnya ada 2 lampu, CLIP dan SIG. SIG berwarna hijau menyala kalau terdeteksi ada sinyal pada input MIC/LINE1. CLIP berwarna merah, menyala kalau input terlalu besar. Jika lampu CLIP menyala, artinya penguatan di potensiometer MIC/LINE perlu dikurangi.

Di tengah ada input INST 2, dirancang untuk masukan alat musik seperti gitar elektrik. Di sebelahnya ada lampu indikator CLIP/SIG.

Ada 1 tombol DIRECT MONITOR, fungsinya untuk mengirimkan sinyal langsung dari mikrofon ke output headphone. Jika tombol ditekan, sinyal input dari MIC/LINE1 dan INST2 dikirim langsung ke headphone. Jika tombol tidak ditekan, headphone hanya menerima input dari komputer desktop/laptop.

Dekat colokan headphone ada 2 lampu: POWER dan +48V. POWER untuk indikasi bahwa alat sudah menyala, artinya sudah disambung ke USB. +48V artinya phantom power aktif di MIC/LINE1.

Tampak belakang Behringer UM2

Tampak belakang Behringer UM2

Di bagian belakang dari sebelah kiri ada output RCA dua kanal (R dan L), colokan USB dan tombol phantom power +48V on/off.

Rangkaian dalam Behringer UM2
Rangkaian dalam Behringer UM2

Di bagian dalam terlihat rangkaian yang cukup kompleks.

Casing Behringer UM2 ini mayoritas terbuat dari plastik, jadi tidak terlalu tahan bantingan jika dipakai di panggung, dan juga memungkinkan sinyal dari luar masuk ke rangkaian di dalamnya. Casing logam hanya di bagian panel depan dan panel belakang. Casing logam ini juga tidak diground secara serius, jadi tidak terlalu berfungsi melindungi terhadap noise.

Manual dan perangkat lunak untuk Behringer UM2 tersedia di situs web nya, di https://behringer.com/product.html?modelCode=P0AVV

 

Mikrofon Kondensor Taffware BM800

Foto-foto mikrofon kondensor merek Taffware, model BM800

Berikut ini tampak luar dari mikrofon BM800. Bagian atas penutup mikrofon berwarna kuning. Bagian tengah body berwarna hitam. Bagian bawah ada konektor XLR.
Pada mikrofon ini, bagian yang ada tulisan “Taffware BM-800” adalah bagian belakang, jadi justru ketika berbicara bagian ini berlawanan arah dengan pembicara. Namun ada juga beberapa mikrofon BM-800 yang kebalikannya, yaitu bagian yang ada tulisan “Taffware BM-800” justru menghadap pembicara. Jadi kalau mendapatkan mikrofon model ini, mesti dicoba dengan berbagai arah untuk mendapatkan arah sebenarnya.

Tampak luar Taffware BM800
Tampak luar Taffware BM800

Mikrofon ini dapat dibuka dari bagian bawah, dengan membuka tutup bagian bawah yang berulir.

 
Membuka bagian bawah BM800
Membuka bagian bawah BM800

Berikut  ini foto setelah body dibuka, namun masih menyisakan penutup mikrofon warna kuning.

 
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800

 

Berikut ini penampilan bagian dalam dari mikrofon BM800.

Bagian dalam BM800
Bagian dalam BM800, mikrofon bagian depan menghadap ke atas
Bagian dalam BM800
Bagian dalam BM800, mikrofon bagian belakang

Mikrofon kondensor ada di bagian sebelah kiri. Kondensor ini yang tugasnya mengubah sinyal suara menjadi tegangan listrik. Namun tegangan ini kecil sekali sehingga masih perlu diperkuat oleh rangkaian di bagian tengah (papan rangkaian warna hijau). Pada papan rangkaian tersebut terdapat beberapa transistor yang berfungsi sebagai penguat. Rangkaian penguat ini memerlukan catu daya (power supply), sehingga mikrofon ini perlu ‘phantom power’. Phantom power ini dapat diberikan dari USB sound card yang mendukung phantom power, atau dari modul khusus phantom power.

Berikut ini close up papan rangkaian, untuk dapat melihat tipe-tipe transistor yang dipakai sebagai penguat.

Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800
Close up komponen BM800

 

Close up komponen BM800
Close up komponen BM800

Rangkaian penguat di dalam mikrofon ini perlu power supply. Alternatifnya:

  • menggunakan power supply phantom power
  • menggunakan audio interface yang sudah ada fitur phantom power

Contoh power supply phantom power:

Taffware Phantom Power 48 volt untuk mikrofon
Taffware Phantom Power 48 volt untuk mikrofon

Taffware phantom power ini harganya sekitar 100 ribu sampai 200 ribu rupiah.

Mikrofon ini dapat disambungkan ke komputer antara lain menggunakan audio interface Behringer UM2

Berikut ini contoh audio interface yang mendukung phantom power

Tampak depan Behringer UM2
Tampak depan Behringer UM2

Behringer UM2 ini harganya antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah.

Mikrofon ini dibandingkan dengan beberapa mikrofon lain di artikel Perbandingan suara Logitech C170, BM-800, Rode VideoMic Pro, Audio Technica AT2020

Perancangan Filter Digital Bandpass Dengan Arduino

Arduino UNO
Arduino UNO

Arduino dapat dipakai untuk mengembangkan filter digital bandpass.

Sebelum dilakukan pembuatan perlu dibuat dulu  spesifikasi yang diinginkan, setelah itu baru dikaji apakah bisa atau tidak.

Informasi yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • sinyal input analog/digital? berapa volt?
  • sinyal output analog/digital? berapa volt?
  • bandpas dari berapa Hz sampai berapa Hz?
  • noise maksimum berapa dB?
  • perlu ADC & DAC berapa bit? -> ini dapat diturunkan dari noise yang diinginkan

Filter bandpass digital secara teoritis dapat dibuat di Arduino Nano/UNO, namun mesti diperhatikan bahwa komputasi di prosesorATmega328 terbatas, kalau spesifikasi rada tinggi mesti cari prosesor lain.

Analisis Kebutuhan /  Requirement

Pada tahap ini dirumuskan latar belakang masalah , rumusan permasalah yang perlu diselesaikan, serta tujuan sistem.

Spesifikasi

Pada tahap ini ditentukan spesikasi teknis sistem.

Perancangan

Pada tahap ini dilakukan perancangan hardware dan software.

Diagram pengolahan sinyal digital, meliputi filter anti aliasing, ADC, DSP, DAC, filter rekonstruksi
Diagram pengolahan sinyal digital

Simulasi

Setelah perancangan hardware dan software dibuat, perlu dilakukan simulasi untuk mengecek apakah rangkaian dan software yang dibuat berfungsi baik. Tahap simulasi filter secara umum dibahas di artikel Simulasi Pengolahan Sinyal Digital

Implementasi

Pada tahap ini dilakukan pembuatan hardware dan software.

Pada tahap prototype dapat dilakukan dengan breadboard, namun pada sistem yang lebih serius perlu sampai merancang kotak, tampilan  dan tombol-tombol yang diperlukan.

Pengujian

Pada tahap ini dilakuan pengujian untuk melihat kesesuaian antara sifat sistem yang dicapai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Validasi

Pada tahap ini dilakukan validasi, artinya membandingkan antara requirement dan apakah sistem dapat menyelesaikan masalah di requirement.

Referensi

 

 

ADC untuk Arduino: MCP3008, ADS1115, HX711

Arduino UNO dan NANO sudah memiliki ADC di dalamnya. Jika ingin menambah ADC lagi, berikut ini ada beberapa alternatif yang banyak dijual di pasaran:

MCP3008

ADC 8Channel 10Bit SPI DIP 16Pin

MCP3008

 

ADS1115

– Produsen: Texas Instruments
– jumlah kanal: 4
– protokol: I2C
– resolusi: 16 bit
– tegangan supply: 2 ~ 5,5 volt
– tautan: https://www.ti.com/product/ADS1115

Modul ADS1115
Modul ADS1115

 

HX711

– Produsen: Avia Semiconductor
– umumnya dipakai untuk timbangan elektronik
– jumlah kanal: 2 , differential
– protokol: proprietary
– resolusi: 24 bit
– tegangan supply: 2,6 ~ 5,5 volt
– Tautan: https://cdn.sparkfun.com/datasheets/Sensors/ForceFlex/hx711_english.pdf

 

HX711 Precision Analog to Digital Converter
HX711 Precision Analog to Digital Converter

AD7705

MAX174

MAX174 power supply grounding
MAX174 power supply grounding

ADS1256

ADC0804

PCF8591

PCF8591 blok diagram
PCF8591 blok diagram

ADS1232

Menurunkan Tegangan 5 volt Menjadi 1,5 volt

Cara menurunkan tegangan 5 volt menjadi 1,5 volt ada beberapa, di antaranya:

  • Menggunakan pembagi tegangan resistor
  • Menggunakan regulator seri
  • Menggunakan regulator paralel / dioda zener
  • Menggunakan DC to DC converter
  • Menggunakan bi directional logic converter

Perlu diperjelas juga tujuan utama dari menurunkan tegangan tersebut.

Jika tegangan 1,5 volt dipakai sebagai supply, maka yang lebih penting adalah efisiensi dan kestabilan serta kemampuan arus. Solusi yang bagus untuk supply adalah regulator seri, regulator paralel dan DC to DC converter.

Jika tegangan 1,5 volt dipakai sebagai sinyal, maka yang lebih penting adalah kecepatan penjalaran (propagasi) sinyal. Solusi yang bagus untuk sinyal adalah pembagi tegangan resistor dan bidirectional logic converter.

Berikut ini ringkasan daftar kriteria rangkaian penurun tegangan:

  • efisiensi energi: perbandingan antara energi masuk dan energi keluar.
  • kompleksitas rangkaian: seberapa banyak komponen yang digunakan dan seberapa rumit rangkaiannya
  • kecepatan propagasi sinyal: waktu antara sinyal masuk sampai sinyal keluar
  • regulasi : pada beberapa rangkaian penurun tegangan, selain tegangan mesti diturunkan, diinginkan juga tegangan output stabil pada suatu nilai tertentu, tidak berubah-ubah walaupun tegangan input berubah, ataupun arus output berubah.

Pembagi Tegangan Resistor

Pembagi tegangan dengan resistor adalah salah satu rangkaian dasar resistor. Berikut ini contoh rangkaiannya; [sumber]

Pembagi tegangan dengan resistor
Pembagi tegangan dengan resistor

Nilai R1 dan R2 dapat dihitung menggunakan persamaan berikut ini:

Rumus pembagi tegangan
Rumus rangkaian pembagi tegangan
  • Vout: tegangan keluar dari pembagi tegangan
  • Vin: tegangan masuk pembagi tegangan
  • R1 dan R2: resistor pembagi tegangan

Metode ini sederhana dan murah, namun kelemahan utamanya adalah tegangan Vout tergantung arus yang keluar dari Vout. Jika arus cukup besar, tegangan Vout akan berubah. Cara ini hanya cocok untuk arus keluar yang kecil, misal untuk tegangan masukan digital dari sebuah mikroprosesor.

Penilaian

Berikut ini penilaian saya terhadap rangkaian ini:

  • efisiensi energi: rendah karena banyak energi terbuang di resistor
  • kompleksitas rangkaian: sederhana, hanya 2 buah resistor.
  • kecepatan propagasi sinyal: sangat cepat, tidak ada kapasitor maupun induktor di dalamnya.
  • regulasi: buruk, tegangan output sangat tergantung tegangan masuk dan arus keluar.

Referensi

  • https://learn.sparkfun.com/tutorials/voltage-dividers/all
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Voltage_divider

Regulator Seri

Jika arus yang diperlukan agak besar, perlu rangkaian aktif seperti regulator seri berikut ini.

Ada banyak macam komponen regulator seri, namun LM317 ini cukup bagus karena tegangan outputnya dapat diatur dengan cara mengatur nilai resistornya, serta tegangan keluarnya dapat mencapai 1,25 volt.

Rangkaian regulator seri LM317
Rangkaian regulator seri LM317

Contoh regulator seri yang dapat memberikan tegangan kecil adalah LM317, menurut datasheetnya Vout dari LM317 adalah 1,25 volt

Regulator seri bagus sebagai power supply untuk arus kecil. Penurunan tegangan dilakukan dengan membuangnya sebagai panas, sehingga teknik ini kuran efisien. Jika ingin konversi energi yang lebih efisien, perlu menggunakan DC to DC converter.

Penilaian

Berikut ini penilaian saya terhadap rangkaian ini:

  • efisiensi energi: rendah karena banyak energi terbuang di transistor
  • kompleksitas rangkaian: menengah
  • kecepatan propagasi sinyal: lambat, tegangan output praktis tidak dipengaruhi input.
  • regulasi: baik

Referensi

Regulator Paralel Dengan Dioda Zener

Regulator paralel menggunakan dioda zener yang dipasang secara terbalik. Fitur yang dipakai adalah tegangan breakdown dioda zener yang konstan.

Regulator tegangan dengan dioda zener
Regulator tegangan dengan dioda zener

Hanya saja sulit mencari dioda zener dengan tegangan 1,5 volt. Umumnya dioda zener tersedia dengan tegangan breakdown mulai dari 1,8 volt.

Contoh dioda zener dengan tegangan 1,8 volt adalah TZS4678 [sumber]

Dioda biasa mempunyai tegangan maju yang relatif konstan, namun kurang baik dipakai karena tegangan maju pada dioda sangat terpengaruh arus pada dioda tersebut. Jika arus berubah, maka tegangan berubah, sehingga dapat mengacaukan rangkaian yang membutuhkan tegangan konstan.

Penilaian

Berikut ini penilaian saya terhadap rangkaian ini:

  • efisiensi energi: rendah karena banyak energi terbuang di resistor & zener
  • kompleksitas rangkaian: menengah
  • kecepatan propagasi sinyal: lambat, tegangan output praktis tidak dipengaruhi input.
  • regulasi: baik

Referensi:

  • https://www.electronics-tutorials.ws/diode/diode_7.html
  • https://www.diodes.com/assets/Datasheets/ds18007.pdf
  • https://www.vishay.com/docs/85613/tzs4678.pdf
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Zener_diode

DC to DC Converter

DC to DC converter dapat mengubah tegangan DC tanpa membuangnya sebagai panas, sehingga teknik ini lebih efisien dibandingkan regulator seri maupun regulator paralel.

Regulator yang mengubah tegangan menjadi lebih kecil adalah ‘Buck Converter’. [sumber]

Buck DC converter
Buck DC converter

Rangkaian Buck converter ini jika dibuat sendiri  cukup rumit, saat ini lebih mudah membeli modul yang sudah jadi. Modul buck converter tersedia dalam berbagai variasi: rentang tegangan masuk, rentang tegangan keluar, arus maksimum, ada yang tegangan keluar sudah tetap, ada yang tegangan keluar dapat diubah-ubah.

Buck converter ini di toko online rata-rata disebut sebagai ‘step down’ converter.

Modul DC to DC step down dengan LM2596
Modul DC to DC step down dengan LM2596

Penilaian

Berikut ini penilaian saya terhadap rangkaian ini:

  • efisiensi energi: tinggi, dapat mencapai 90% atau lebih.
  • kompleksitas rangkaian: kompleks
  • kecepatan propagasi sinyal: lambat, tegangan output praktis tidak dipengaruhi input.
  • regulasi: baik

Referensi

Bidirectional Logic Converter

 

Bidirectional level converter
Bidirectional level converter
3.3V 5V Bi Directional Level Converter
3.3V 5V Bi Directional Level Converter

Penilaian

Berikut ini penilaian saya terhadap rangkaian ini:

  • efisiensi energi: rendah
  • kompleksitas rangkaian: menengah
  • kecepatan propagasi sinyal: tinggi
  • regulasi: baik.

Referensi