Percobaan Arduino Dan LED Matrix 5×7

Berikut ini adalah percobaan menggunakan modul Arduino Uno untuk mengendalikan sebuah LED Matrix 5×7 tipe QDSP-L149.

Arduino Uno dan LED matrix 5x7
Arduino Uno dan LED matrix 5×7

Pada LED Matrix tersebut nampak masih ‘berbayang’ atau ‘ghosting’ karena programnya masih belum sempurna.

Ghosting atau bayangan pada LED matrix 5x7 karena masalah software
Ghosting atau bayangan pada LED matrix 5×7 karena masalah software

Berikut ini skema pin pada LED Matrix  QDSP-L149:

Pin pada LED Matrix tipe QDSP-L149
Pin pada LED Matrix tipe QDSP-L149

Toko Komponen Elektronika Online

digiware-pia-and-michael

 

Berikut ini beberapa toko komponen elektronika online di Indonesia:

Berikut ini toko yang belum saya uji:

Beberapa toko komponen internasional:

Tips Merancang PCB Dengan Software

Berikut ini beberapa tips dalam merancang PCB menggunakan perangkat software seperti Eagle dan Altium

  • Dalam membuat skematik, kita tidak dapat mengandalkan 100% dari library komponen yang disediakan oleh software. Jadi cepat atau lambat kita musti bisa membuat  library skematik sendiri.
  • Dalam membuat layout PCB, tidak semua komponen ada di library , jadi juga cepat atau lambat musti bisa bikin komponen sendiri
  • Beberapa komponen ukurannya standar, misal DIP 14 pin, DIP 20 pin, namun ada juga yang musti dicocokkan dengan komponen sesungguhnya. Yang sering berbeda itu misalnya komponen kapasitor. ada yang jarak kakinya 100 mil, 200 mil, 300 mil. Kadang kapasitor yang sama kapasitasnya bisa berbeda ukurannya kalau beda toko.
  • Cara yang rada lambat namun efektif:
  1. buat skematik rangkaian
  2. beli komponennya
  3. Cocokkan ukuran komponen sesungguhnya dengan ukuran di software layout PCB. Lakukan modifikasi sampai pas.
  4. Cetak PCB ke kertas dengan ukuran 1 banding 1. Cocokkan jarak lubang dengan jarak kaki pada komponen.
  5. Cocokkan ukuran outline fisik komponen sesungguhnya dengan ukuran outline komponen di software PCB. Masalah dapat timbul kalau komponen yang ukurannya sesungguhnya besar, namun di software tampil sebagai ukuran kecil. Nanti waktu disolder bisa tidak masuk ke PCB karena berdesakan dengan komponen lain. Pada tahap ini sangat membantu kalau ada jangka sorong 🙂

Berikut ini contoh yang terjadi kalau ukuran komponen sesungguhnya tidak sesuai dengan ukuran PCB yang dibuat. Jadinya pemasangan komponen tidak rapi karena tidak pas dengan lubang yang disiapkan.

Ukuran komponen yang tidak sesuai dengan desain PCB
Ukuran komponen yang tidak sesuai dengan desain PCB

Tips terakhir: untuk menguasai software skematik & PCB perlu waktu & banyak latihan.

Artikel Terkait:

 

Alokasi Pin GPIO pada Learning Board NU-LB-NUC140

Watchdogtimer-realtimeclock-IMG_9617

Alokasi PIN GPIO adalah sebagai berikut:

Pin Function
GPA0 Key Matrix
GPA1 Key Matrix
GPA2 Key Matrix
GPA3 Key Matrix
GPA4 Key Matrix
GPA5 Key Matrix
GPA6
GPA7 ADC Interface ke potensiometer on board
GPA8 I2C0 SDA ke codec
GPA9 I2C0 SCL ke codec
GPA10 I2C1 SDA ke EEPROM
GPA11 I2C1 SCL ke EEPROM
GPA12 RGB LED
GPA13 RGB LED
GPA14 RGB LED
GPA15 I2SMCLK ke codec
GPB0 UART0 Rx
GPB1 UART0 Tx
GPB2
GPB3
GPB4 UART1 Rx ke LIN
GPB5 UART1 Tx ke LIN
GPB6 LIN transceiver wakeup function
GPB7 LIN transceiver Enable Disable
GPB8
GPB9
GPB10
GPB11 Buzzer on board
GPB12 CAN transceiver speed
GPB13 CAN transceiver speed
GPB14
GPB15 INT0, disambung ke SW_INT
GPC0 I2SLRCLK ke Codec
GPC1 I2SBCLK ke codec
GPC2 I2SDI ke codec
GPC3 I2SDO ke codec
GPC4 LED 7 Segment Column
GPC5 LED 7 Segment Column
GPC6 LED 7 Segment Column
GPC7 LED 7 Segment Column
GPC8 SD interface ke SD Card Interface
GPC9 SD interface ke SD Card Interface
GPC10 SD interface ke SD Card Interface
GPC11 SD interface ke SD Card Interface
GPC12 LED ke (LED5~8)
GPC13 LED ke (LED5~8)
GPC14 LED ke (LED5~8)
GPC15 LED ke (LED5~8)
GPD0 SPI2 ke Flash
GPD1 SPI2 ke Flash
GPD2 SPI2 ke Flash
GPD3 SPI2 ke Flash
GPD4 SPI2 ke Flash
GPD5 SPI2 ke Flash
GPD6 CAN0 Rx ke modul CAN
GPD7 CAN0 Tx ke modul CAN
GPD8 SPI3 ke LCD Panel
GPD9 SPI3 ke LCD Panel
GPD10 SPI3 ke LCD Panel
GPD11 SPI3 ke LCD Panel
GPD12 SD power ke SD Card Interface
GPD13 SD detect ke SD Card Interface
GPD14 Backlight LCD Panel
GPD15
GPE0 LED 7 Segment ROW
GPE1 LED 7 Segment ROW
GPE2 LED 7 Segment ROW
GPE3 LED 7 Segment ROW
GPE4 LED 7 Segment ROW
GPE5 LED 7 Segment ROW
GPE6 LED 7 Segment ROW
GPE7 LED 7 Segment ROW
GPE8
GPE9
GPE10
GPE11
GPE12
GPE13
GPE14 Line out Enable/Disable ke codec
GPE15 Line in plug in/out detect ke codec

Selain pin GPIO, pada learning board tersebut ada juga pin lain sebagai berikut:

  • PS2DAT ke konektor PS1
  • PS2CLK ke konektor PS1
  • ICEDAT ke modul In Circuit Emulator
  • ICECLK ke modul In Circuit Emulator

Oprekan Mikroprosesor HD63701YOP

HD63701YOP
HD63701YOP

Berikut ini tahapan yang pernah dilakukan untuk mengoprek mikroprosesor HD63701YOP

Tahap-tahapnya:
#1 mencari datasheetnya
* dari datasheetnya, dinyatakan bahwa mikroprosesor ini ternyata kompatibel dengan HD6301, jadi bisa memakai tools yang dirancang untuk HD6301

#2 Cari simulatornya untuk mencoba software yang dibuat:
http://webspace.webring.com/people/ju/um_2949/
http://hub.webring.org/hub/hc11

#3 Cari assemblernya untuk memudahkan pembuatan software
* http://shop-pdp.kent.edu/ashtml/as6801.htm dari http://shop-pdp.kent.edu/ashtml/asxdoc.htm

#4 Cari perangkat untuk dissasembly
* kandidat utama adalah Hex ray http://www.hex-rays.com/products/ida/processors.shtml

Referensi

 

Analisis Rangkaian LED 7 Segment Multiplex

Berikut ini contoh rangkaian mikrokontroler untuk mengendalikan LED 7 segment. Rangkaian tersebut diforward oleh seorang mahasiswa saya, dan nampaknya diperoleh dari situs http://www.electroons.com/8051/electroons/seven_segment.html

8051_7_segmentAnalisis rangkaian di atas:

  • Tidak ada resistor sebagai pembatas arus pada LED 7 segment.
  • Untuk men-drive pin CA ke VCC menggunakan transistor NPN sehingga drop tegangan pada transistor BC548 akan cukup besar. Sebaiknya menggunakan transistor PNP supaya drop tegangan pada transistor hanya 0,2 volt
  • Pada rangkaian tersebut tidak jelas apakah scanningnya per baris (segmen) atau per kolom (digit). Dengan membaca source code yang ada di situs sumbernya, ternyata scanningnya adalah per kolom, artinya dalam 1 saat hanya 1 digit yang aktif.
  • Jika scanningnya per kolom, artinya dalam 1 saat ada maksimal 8 LED yang aktif. Jadi perlu ditambahkan 8 buah resistor pembatas arus pada pin OUT di ULN2803
  • Dalam 1 saat maksimal 8 LED menyala, dengan asumsi 1 LED = 20 mA, artinya transistor BC548 perlu dilewati arus 8×20 = 160 mA. Menurut datasheet BC548 dapat dilalui arus max 200 mA, jadi masih dalam batas.

Nah, apakah ada lagi masalah pada rangkaian tersebut?

Referensi:

Power Bank Festron

Berikut ini sebuah powerbank Festron dengan kapasitas 5600 mAh, asalnya kalau tidak salah bonus dari pembelian Blackberry. Hanya berfungsi sebentar, kemudian mati total.

Powerbank Festron
Powerbank Festron tampak depan
Powerbank Festron
Powerbank Festron tampak belakang

Berhubung penasaran, akhirnya power bank Festron tersebut dibongkar dengan dicongkel paksa. Casingnya pakai clip, tidak pakai sekrup.

Powerbank Festron yang telah dibongkar
Powerbank Festron yang telah dibongkar

Contoh Layout ATMega Single Layer

contoh-pcb-atmega
Contoh Layout PCB Rangkaian Mikrokontroler ATMega

Hasil rangkaian yang sudah jadi dari artikel pengembangan atmega:

Rangkaian yang sudah jadi
Rangkaian yang sudah jadi

Beberapa tips membuat layout PCB:

  • Siapkan mounting hole di pojok-pojok PCB, atau sesuai dengan lubang sekrup di casing yang dipakai.
  • Ukuran mounting hole mesti cukup untuk sekrup yang digunakan. Contoh di atas adalah untuk mur baut 3 mm
  • Konektor header 2×5 lebih memudahkan dibandingkan dengan 1×10
  • pada waktu membuat layout PCB, pasanglah keepout track / keepout layer atau jalur untuk pembatas luar daerah PCB. Hal ini memudahkan auto routing supaya tidak keluar dari batas yang diinginkan, dan juga memudahkan pembuatan PCB di tempat pembuat PCB

Catatan:

Pada rangkaian di atas sebenarnya masih ada kesalahan pemasangan kapasitor, dipasang miring sehingga solderan di kaki komponen mudah copot ketika kapasitor mendapat tekanan dari arah atas. Berikut ini close up nya. Nampak bahwa sebagian jalur PCB putus karena menempel di solderan di kaki komponen.

kapasitor salah pasang
kapasitor salah pasang part 1
kapasitor salah pasang
kapasitor salah pasang part 2

 

Tips Mengetahui Komponen Elektronika Yang Tersedia di Pasaran

02_full
Jaya Plaza Bandung

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya, bagaimana cara mengetahui komponen apa yang tersedia di pasaran.

Menurut saya ada beberapa cara:

  1. Tanya ke orang lain yang sudah pengalaman
  2. Keliling di Jaya Plaza / Cikapundung. Kalau heroik bisa juga ke sekalian ke Glodok (Jakarta) atau ke toko komponen elektronik di Surabaya.
  3. Mengecek daftar barang jualan di toko komponen online di Indonesia. Daftarnya ada di sini: Toko Komponen Elektronika Online . Komponen standar seperti chip IC TTL/CMOS, transistor murmer, prosesor Atmel, kapasitor, resistor biasanya ada di semua toko. Barang-barang yang hanya ada di beberapa toko umumnya komponen spesifik seperti sensor dan prosesor aneh-aneh. Yang saya maksud ini toko KOMPONEN elektronik online lho, bukan toko BARANG elektronik seperti http://www.glodokshop.com atau https://www.hartonoelektronika.com
  4. Beberapa toko online menyediakan daftar harga yang dapat didownload seperti di http://www.digi-ware.com/file/DigiWare_PriceList.pdf
  5. Kalau di Indonesia tidak ada yang menjual komponen yang anda cari, bisa juga dicari di luar negeri seperti di http://www.digikey.com/ , http://www.futurlec.com/ http://www.mouser.com/ dan sebangsanya

Produk FreeRTOS untuk NXP LPC17xx dan LPC18xx

Berikut ini adalah beberapa produk dari FreeRTOS yang free jika dipakai untuk LPC17xx dan LPC18xx:

  • FreeRTOS + FAT SL
  • FreeRTOS + CLI
  • FreeRTOS+IO
FreeRTOS_Trace_With_Zoom
FreeRTOS + Trace

Produk dari FreeRTOS yang berbayar untuk LPC17xx:

 

  • FreeRTOS+UDP
  • TCP/IP libraries
  • FreeRTOS+Trace

Referensi:

Referensi Tentang Noise pada Rangkaian Elektronika

Berikut ini beberapa referensi yang pernah saya pakai untuk belajar / mengajar mengenai EMI/EMC/ESD:

Application Note

  • AN10897 A guide to designing for ESD and EMC [1]
  • AN1709 EMC DESIGN GUIDE FOR ST MICROCONTROLLERS [2]
  • AVR040: EMC Design Considerations [3]
  • AP-125 Designing Microcontroller Systems for Electrically Noisy Environments [4]
  • AP-711 EMI Design Techniques for Microcontrollers in Automotive Applications [5]
  • AN1050 Designing for Electromagnetic Compatibility (EMC) with HCMOS Microcontrollers [6]

Textbook

  • Ott, H., Noise Reduction Techniques in Electronic Systems 2nd Edition. New York: Wiley, 1988 [7]-> ini yang dulu saya pakai untuk kuliah “Derau pada sistem elektronika” tahun 1990 an. Sangat powerful.
  • Howard Johnson, High Speed Digital Design: A Handbook of Black Magic [8] -> ini pernah dianjurkan oleh seorang kawan yang ‘hardware freak’

Mirror

 

Kestabilan Frekuensi Oscilator Internal ATmega8535

Pada mikrokontroler ATMega rata-rata sudah mempunyai pembangkit clock internal yang menggunakan rangkaian RC. Keuntungannya adalah tidak perlu kristal eksternal, sedangkan kekurangannya adalah frekuensi rangkaian RC ini tergantung pada temperatur. Berikut ini contoh kurva hubungan frekuensi clock pada ATMega8535 terhadap temperatur.

 

calibrated-8mhz-rc-oscillator-frequency-vs-temperature.previewDari grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa frekuensi bergantung pada temperatur. Jika aplikasi memerlukan pewaktuan yang tepat, penggunaan RC internal oscillator tidak disarankan. Contohnya adalah komunikasi serial asinkron yang memerlukan ketepatan frekuensi sebagai sumber baud rate.

Referensi:

Rekomendasi Arus Maksimal pada Konektor IDC

Konektor IDC (Insulation Displacement Connector) sering dipakai untuk menghubungkan PCB dengan komponen lain. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa arus maksimal yang dapat dilewatkan di setiap pin pada konektor tersebut adalah kurang lebih 1 A. Referensi: http://www.futurlec.com/ConnIDC.shtml

idc-socket-connector-current

Referensi

Rekomendasi Lebar Jalur Rangkaian pada PCB (Printed Circuit Board)

Berikut ini rekomendasi lebar jalur tembaga pada Printed Circuit Board (PCB) menurut http://www.electronics-project-design.com/PCB-Design.html

PCBTrackWidth

Jika lebar jalur terlalu kecil, maka resistansi pada jalur akan besar. Efeknya adalah akan timbul panas (P = V x I) pada jalur tembaga tersebut dan terjadi juga penurunan tegangan akibat arus (V = I x R)